LEAWANA Pantau Pemanfaatan Kawasan Konservasi Koon

Oleh : Hery Davidson P. Siahaan

Mengingat pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut, pasukan LEAWANA bersama dengan WWF Indonesia sebagai mitra pelaksana USAID-SEA Project melakukan pemantauan pemanfaatan di Perairan Pulau Koon, Grogos, Nukus, Neiden dan sekitarnya. Perairan tersebut memiliki sumberdaya hayati laut potensi perikanan yang baik. Sehingga menjadi lahan untuk masyarakat di sekitaran perairan tersebut untuk melakukan penangkapan ikan. Secara administratif, Pulau Koon dan sekitarnya masuk ke dalam 2 kecamatan yaitu Kecamatan Pulau Geser dan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur. Sejak Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur mencadangkan kawasan konservasi Koon melalui SK Bupati No. 523 tahun 2011. Kawasan ini memegang fungsi penting dalam melindungi sumberdaya perikanan berkelanjutan. Merujuk pada riset yang telah dilakukan oleh WWF Indonesia, kawasan perairan Koon terindikasi sebagai salah satu lokasi pemijahan ikan karang terbesar di Maluku. Potensi ini menjadi sebuah poin penting untuk menerapkan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di Perairan Pulau Koon. Agar kawasan tetap terjaga, LEAWANA melakukan pemantauan langsung pemanfaatan sumber daya laut yang berada di sekitar perairan Pulau Koon.  Kegiatan pemantauan dilakukan setiap bulan untuk mengetahui sektor apa saja yang terlibat dalam pemanfaatan potensi di perairan sekitar Pulau Koon.

LEAWANA Pantau Pemanfaatan Kawasan Konservasi Koon

Dari kejauhan kami melihat ada satu kelompok nelayan sedang melakukan kegiatan penangkapan yang letaknya tidak jauh dari titik kami memulai patrol perairan. Lantas kamipun menghampiri perahu tersebut untuk menanyakan beberapa pertanyaan.” Selamat siang, bapa-bapa dong dari mana e ?” tanya pak Ibrahim kepada salah satu awak dari perahu giuk. “Katong dari Kevin” jawab nelayan singkat sambil memperlambat laju perahu giuk yang sedang mereka kendarai. Nelayan tersebut merupakan nelayan penjaring ikan julung-julung (Hemiramphus sp.). Kevin merupakan salah satu dusun yang berada di bawah pemerintahan Kecamatan Pulau Geser. Nelayan tersebut melakukan penangkapan menggunakan perahu giuk yang berbahan dasar kayu dengan mesin ketinting. Alat tangkap yang digunakan merupakan jaring insang.  Perahu giuk merupakan perahu tradisional masyarakat Seram Bagian Timur. Perahu tersebut umumnya digunakan para nelayan ikan julung-julung. Para nelayan ikan julung biasanya melakukan penangkapan secara berkelompok. Satu kelompok terdiri dari 1 buah armada dengan 9-12 orang awak  di dalamnya. Perahu giuk umumnya berukuran 7m X 1,5m. Setelah melakukan wawancara dengan nelayan, kami pun melanjutkan patroli pada lokasi yang sudah ditentukan untuk lokasi pemantauan.  Pada patroli pemanfaatan  tersebut kami menjumpai ada 6 kelompok nelayan ikan julung-julung. Jika dilihat dari data pemantauan yang telah dilakukan, biasaya perairan Pulau Koon dan sekitarnya dimanfaatkan untuk pariwisata dan perikanan. Pada pemanfaatan perairan Pulau Koon dan sekitarnya untuk sektor pariwisata, kapal-kapal rekreasi biasanya singgah untuk melakukan penyelaman di sekitar perairan tersebut. LEAWANA berharap semoga setiap pihak yang memanfaatkan perairan Koon, Grogos, dan sekitarnya dapat memanfaatkan dengan bijak, untuk keberlanjutan sumberdaya alam di perairan Pulau Koon dan sekitarnya.

Leawana

Lembaga Adat Wanuatalo'a dari Petuanan Kataloka, Seram Bagian Timur