Sosialisasi BEEP Pariwisata di Petuanan Kataloka

Oleh : Hery Davidson P. Siahaan

“Ada 3 prinsip keberlanjutan dalam pariwisata. Bertanggung jawab terhadap lingkungan, bertanggung jawab terhadap social dan budaya, dan bertanggug jawab terhadap pengelolaan bisnis berkelanjutan.” Kutipan tersebut diadopsi dari buku panduan berwisata yang bertanggung jawab yang dikeluarkan oleh WWF Indonesia.

Pada tanggal 22 – 25 Maret 2018, kelompok pariwisata Bansina yang berada di bawah naungan Lembaga Adat Wanu Atalo’a (Leawana) memperoleh sosialisasi Best Environmental Equitable Practices (BEEP) pariwisata dari WWF Indonesia sebegai mitra pelaksana USAID-SEA Project untuk peningkatan kapasitas kelompok. Pada kegiatan ini ada 3 materi utama BEEP yang diberikan yakni penerapan homestay ramah lingkungan, pengelolaan sampah dan aktivitas bahari ramah lingkungan.

Diawali pada hari Kamis, 22 Maret 2018, sosialisasi penerapan homestay diberikan kepada tim homestay kelompok pariwisata Bansina. Saat ini kelompok pariwisata Bansina memiliki kurang lebih 15 homestay. Keanggotaan tim homestay semuanya adalah ibu-ibu yang kesehariannya merupakan ibu rumah tangga. Melihat potensi yang ada, mereka memutuskan untuk bergabung dalam kelompok homestay. Untuk menjaga tingkat kenyamanan tamu yang datang, maka perlu adanya standarisasi yang perlu diterapkan oleh semua anggota tim homestay. Pada sosialisasi ini, Pak I Wayan Eko S yang sudah berpengalaman dalam bidang perhotelan, berbagi pengalaman dan ilmu untuk meningkatkan kualitas homestay kelompok pariwisata Bansina. Para anggota tim homestay sangat antusias selama kegiatan berlangsung. Selain memberikan penjelasan tentang homestay ramah lingkungan, Pak I Wayan Eko S juga melakukan kunjungan langsung ke beberapa homestay untuk melihat keadaan kamar-kamar yang biasa disediakan untuk tamu menginap. Banyak saran yang diberikan oleh Pak I Wayan Eko S seperti; penataan ruang kamar, pemilihan warna seprei, serta penambahan beberapa fasilitas yang sebaiknya disediakan oleh pemilih homestay.

Sosialisasi BEEP Pariwisata di Petuanan Kataloka

Hari kedua sosialisasi mengenai pengelolaan sampah di Petuanan Kataloka. Kegiatan sosialisasi kebersihan dan sanitasi sudah beberapa kali dilakukan oleh pihak Puskesmas Kataloka. Namun kegiatan tersebut belum bisa menyelesaikan tentang permasalahan sampah di Kataloka. Memang tidak bisa dipungkiri, selain kesadaran masyarakat yang cukup rendah akan tingkat kebersihan lingkungan, tidak adanya TPS juga salah satu faktor yang memicu pencemaran sampah di kataloka, baik di darat maupun di tepi pantai dan di laut. Sosialisasi pengelolaan sampah dihadiri oleh pelajar, tim Puskesmas, dan Kepala Dusun. Berbagai permainan sederhana diberikan untuk meningkatkan perhatian dan pemahaman peserta dalam sosialisasi pengelolaan sampah.

Pada hari ketiga, kami mengikuti sosialisasi tentang beraktivitas bahari yang ramah lingkungan di Pantai Owan. Pantai Owan merupakan pantai yang berada di Kecamatan Gorom Timur, Pulau Gorom. Sebagai dampak dari penyelenggaraan Festival Kataloka sejak tahun 2016, Negeri Kataloka sudah mulai dikenal oleh wisatawan. Untuk menghindari dampak negatif dari aktivitas wisata, Leawana bekerja sama dengan WWF Indonesia melakukan sosialisasi tentang beraktivitas bahari ramah lingkungan kepada kelompok Bansina. Ada 3 topik yang disampaikan dalam sosialisasi beraktivitas bahari, yaitu memancing rekreasi, snorkeling, dan menyelam. Sesuai panduan BEEP, pada aktivitas memancing rekreasi, tidak boleh menangkap ikan yang terlalu kecil, tidak boleh menangkap ikan yang dilindungi serta menerapkan prinsip catch and release pada ikan tangkapan non target. Sedangkan untuk snorkeling dan menyelam, tidak boleh menyentuh dan mengambil biota apapun, menjaga jarak terhadap terumbu karang,dan  tidak boleh bersandar pada karang.

Dari kegiatan sosialisasi BEEP ini, diharapkan masyarakat Kataloka khususnya kelompok pariwisata Bansina dapat menjadi contoh dalam penerapan aktivitas bahari yang ramah lingkungan untuk keberlanjutan Pariwisata di Kataloka.

Leawana

Lembaga Adat Wanuatalo'a dari Petuanan Kataloka, Seram Bagian Timur