Pasukan Leawana, Siap Menjadi Penjaga Bawah Laut Perairan Koon

Oleh: Hery Davidson P Siahaan

 

Pada bulan April 2018 lalu beberapa orang tim patroli laut Pasukan Leawana ikut serta dalam kegiatan sertifikasi selam jenjang Open Water Diver. Pasukan Leawana memiliki tim patroli laut, biasanya bertugas untuk mengawasi lokasi yang di “Ngam” oleh Raja Kataloka, dan melaporkan setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan di perairan Petuanan Kataloka khususnya perairan Pulau Koon.

Selain bertugas menjaga perairan Koon, tim patroli laut ini akan dilibatkan dalam kegiatan yang berkaitan dengan penyelaman, terutama dalam pengamatan sumber daya ikan di Pulau Koon. Selain itu, tujuan tim patroli laut dilibatkan adalah agar masyarakat Kataloka khususnya Pulau Garogos dapat memahami betapa kaya perairan mereka, dan pentingnya untuk menjaga kekayaan laut tersebut.

Kegiatan sertifikasi selam yang diselenggarakan di Ambon berlangsung selama tiga hari. Tim patroli yang didelegasikan merupakan nelayan yang dulunya berprofesi sebagai penyelam kompresor. Setelah menjalani pelatihan pada sesi materi dasar selam di ruangan, pada hari berikutnya peserta melakukan Latihan Keterampilan Kolam (LKK). Pada sesi ini tim patroli mendapatkan penjelasan tentang menyiapkan alat selam alat, teknik dasar penyelaman serta melakukan tes fisik. Hari terakhir pelatihan selam, semua peserta langsung melakukan praktek penyelaman di perairan terbuka, di Pantai Batu Kuda, Tulehu. Setelah semua peserta tiba di lokasi, instruktur selam langsung menginstruksikan terkait teknis penyelaman. Penyelaman di lokasi perairan terbuka peserta dibawa pada kedalaman 10-15 meter. Penyelaman di Pantai Batu Kuda dilakukan sebanyak 3 kali.

Pasukan Leawana, siap menjadi penjaga bawah laut Perairan Koon

Tidak butuh waktu lama untuk tim patroli ini beadaptasi dengan peralatan selam. Mungkin memang karena sudah terbiasa melakukan penyelaman meskipun hanya dengan peralatan yang seadanya. “Selama saya menyelam, baru ini bisa menikmati penyelaman”, ujar Bang Harun. Kalau dulu kami menyelam cuma untuk berburu ikan, teripang dan lobster, tapi sekarang cuma untuk menonton saja lanjutnya sambil tertawa ringan.

Pulau Garogos, merupakan pulau yang berada di bawah kekuasaan Petuanan Negeri Adat Kataloka. Di pulau ini, hampir seluruh masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Beberapa nelayan juga masih ada yang menjadi penyelam tradisional, yang biasa dikenal dengan penyelam kompresor. Disebut begitu karena kompresor yang digunakan mereka sebagai sumber udara  ketika berada di dalam air. Kompresor yang digunakan serupa dengan kompresor yang digunakan mengisi udara pada ban kendaraan. “Kalau orang tua-tua dulu banyak yang pake kompresor, ada yang sampe lumpuh kadang ada yang mati.” Ujar Bang Harun, salah satu mantan penyelam kompresor.

Melihat tingginya resiko menyelam dengan kompresor, sebagian nelayan sudah mulai meninggalkan hal tersebut. Namun masih ada beberapa orang yang masih menjadi nelayan kompresor di Pulau Garogos. Para nelayan kompresor dulunya mencari ikan di sekitar perairan Pulau Koon yang letaknya berada di sebelah timur Pulau Garogos. Di sekitar Pulau Koon ada lokasi penangkapan ikan yang biasa disebut sebagai “Pasar Ikan”. Dikatakan demikian karena memang di lokasi tersebut ikannya melimpah bak sedang berada di pasar ikan sungguhan.

Namun sekarang di “Pasar Ikan”  sudah dilarang untuk melakukan penangkapan ikan. Sejak ditetapkannya Pulau Koon sebagai kawasan “Ngam” atau “sasi”  atau kawasan konservasi berbasis adat oleh Raja Kataloka, tingkat penjagaan dan pengawasan kawasan tersebut mulai ditingkatkan. Petuanan Kataloka yang membentuk suatu pasukan lembaga adat yang disebut sebagai Pasukan Leawana.

Leawana

Lembaga Adat Wanuatalo'a dari Petuanan Kataloka, Seram Bagian Timur