ABOUT JELAJAH BIRU



Selalu ada hal baru di Indonesia yang bisa dijelajah. Baik alam maupun budayanya mampu mengundang siapapun yang ingin mencari keindahan, pengetahuan dan pengalaman baru.

Terdiri dari 70% lautan dengan ribuan pulau yang membentang sepanjang 5.120 km, birunya Indonesia menyimpan keanekaragaman hayati dan budaya yang sangat kaya. Travel & Tourism Competitiveness Index 2015 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum menempatkan Indonesia dalam 50 besar dunia, dengan penekanan keunggulan pada keanekaragaman hayati (peringkat 4) dan keberadaan situs warisan dunia (peringkat 10). Hanya saja, keunggulan Indonesia dari sisi keanekaragaman hayati belum diimbangi upaya untuk menjaga kelestarian alam (environmental sustainability) dimana Indonesia menempati peringkat ke 134.

Jelajah Biru sebagai penyedia jasa kepariwisataan yang bertanggung jawab percaya kelestarian alam bukan semata tanggung jawab pemerintah. Anda sebagai wisatawan bisa ikut berperan aktif dalam melindungi keanekaragaman hayati dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Respect Environment. Respect Culture. Respect Communities

Semua dimulai dari kesediaan wisatawan untuk menghormati alam, budaya dan masyarakat di lokasi yang hendak mereka jelajah. Dengan memiliki rasa hormat, siapapun akan memiliki tanggung jawab untuk menjaga lokasi yang mereka kunjungi.

Untuk memfasilitasi wisatawan yang ingin berwisata secara bertanggung jawab, Jelajah Biru berpegang pada tiga prinsip kepariwisataan dari Best Environmental Equitable Practice (BEEP) yang dikembangkan oleh WWF-Indonesia: 

  • Prinsip tanggung jawab lingkungan hidup
    Prinsip ini mendorong pelaku kepariwisataan mengurangi dampak negatif dari aktivitas wisata yang dilakukannya dan diikuti dengan praktik meningkatkan kualitas lingkungan, seperti daur ulang limbah, memanfaatkan energi terbarukan, mengatur penggunaan air, meminimalisir emisi gas rumah kaca serta melindungi ekosistem.
  • Prinsip tanggung jawab sosial budaya
    Prinsip ini mempromosikan nilai sosial dan budaya masyarakat lokal serta melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan kepariwisataan.
  • Prinsip tanggung jawab pengelolaan bisnis berkelanjutan
    Prinsip ini menekankan perlunya pengelolaan bisnis secara cermat. Bisnis kepariwisataan yang berkelanjutan harus memberikan keuntungan bagi masyarakat lokal dan tidak hanya berpihak kepada pemilik modal besar.

Bermitra dengan WWF-Indonesia dan sejumlah LSM lokal, Jelajah Biru menyediakan jasa kepariwisataan bertanggung jawab di Indonesia selaras dengan upaya konservasi serta mendukung pemberdayaan masyarakat lokal. Kami ingin mengangkat potensi pariwisata di sekitar lokasi konservasi bagi wisatawan yang memiliki kepedulian dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk tinggal bersama masyarakat, belajar dari kearifan lokal serta berkontribusi kembali melalui serangkaian kegiatan sukarela (volunteering activities).

Bersama para mitra, saat ini Jelajah Biru sedang mengembangkan potensi ekowisata di sejumlah lokasi berikut:

  • TN Wakatobi
  • TN Karimun Jawa
  • TN Komodo
  • TN Teluk Cendrawasih
  • TN Ujung Kulon
  • TN Kepulauan Seribu
  • Solor-Alor
  • Kepulauan Kei dan Koon
  • Berau/Derawan
  • Bali 

Travel with respect,

Jelajah Biru